Labuan Bajo, – Suasana haru menyelimuti Apron Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, pada Sabtu (12/9/2026) siang. Isak tangis dan penghormatan khidmat mengiringi kedatangan jenazah drh. Alfonsius Albinus Meha (35), dokter hewan muda yang gugur akibat insiden penembakan oleh kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Almarhum sedang dalam perjalanan panjang menuju kampung halamannya di Maumere, Kabupaten Sikka, setelah sebelumnya diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air dari Makassar via Denpasar. Namun, rombongan sempat tertahan di Labuan Bajo karena ketiadaan jadwal penerbangan komersial langsung menuju Maumere.
Mendengar kendala tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bergerak cepat. Ia langsung menginstruksikan penggunaan pesawat dinas Polri, Cassa 212-200 P-4101, untuk menerbangkan jenazah sang dokter hingga ke tujuan akhir.
Proses evakuasi dan pemindahan peti jenazah berlangsung dengan pengawalan ketat namun penuh takzim. Tim gabungan dari Polres Manggarai Barat, Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri, bersama otoritas Bandara Internasional Komodo bahu-membahu mengangkat peti.
Sebelum pesawat itu bergerak, momen menyentuh terjadi di area apron. Seluruh personel gabungan yang bertugas serentak mengambil sikap hormat sempurna. Penghormatan terakhir ini diberikan sebagai bentuk duka cita mendalam sekaligus penghargaan atas dedikasi dan pengabdian luar biasa sang dokter hewan di tanah Papua. Tepat pukul 13.33 WITA, pesawat Cassa P-4101 resmi lepas landas (take off) menuju Bandar Udara Frans Seda, Maumere.
Apresiasi Haru dari Pihak Keluarga
Meski duka sedalam lautan masih menggelayuti pihak keluarga yang mendampingi perjalanan panjang dari Papua, uluran tangan dari jajaran kepolisian ini memberikan secercah penghiburan.
Iwan (38), perwakilan keluarga almarhum, tidak mampu membendung rasa harunya saat ditemui di area kargo bandara. Ia menyampaikan apresiasi tertinggi atas kesigapan dan rasa hormat yang ditunjukkan oleh semua pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses kepulangan saudara kami dari Papua hingga tiba di Maumere. Secara khusus, kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas bantuan armada pesawat Polri yang sangat berarti, sehingga almarhum dapat secepatnya tiba di rumah duka,” ungkap Iwan dengan suara bergetar.
Setibanya di Maumere, jenazah drh. Alfonsius Albinus Meha rencananya akan langsung disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan secara kekeluargaan oleh pihak keluarga besar.
(Red/Rezha LDD)

