Gorontalo, – Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Gorontalo, Ny. Septiana Widodo, menghadiri Grand Opening Hulonthalo Art & Craft Festival (Harfest) 2026. Acara yang berlangsung meriah ini digelar di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, pada Sabtu (12/9/2026).

Kehadiran Kapolda Gorontalo di barisan depan tamu kehormatan menjadi simbol dukungan penuh institusi kepolisian terhadap kelestarian budaya lokal. Selain menjaga stabilitas keamanan, Polda Gorontalo berkomitmen mendorong kebangkitan ekonomi kreatif di Bumi Serambi Madinah.

Festival bergengsi yang mengusung tema “Ritme Hulondalo, Harmoni Warisan Gorontalo” ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M. Turut hadir dalam pagelaran ini Staf Ahli Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, unsur Forkopimda Provinsi pemerintah Kabupaten/Kota, serta ratusan tamu undangan lainnya.

Karnaval Karawo dan Peningkatan Signifikan UMKM

Salah satu daya tarik utama dalam pembukaan Harfest 2026 adalah Karnaval Karawo. Parade ini menampilkan busana Karawo yang memukau, pertunjukan Mo Karawo kolosal, pentas seni musik tradisional, hingga pameran produk lokal. Berkat sinergi seluruh pihak dan pengamanan yang baik, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat meriah, tertib, dan lancar.

Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Harfest tahun ini mencatatkan pertumbuhan positif pada sektor UMKM. Sebanyak 165 unit UMKM ikut terlibat aktif memamerkan produk unggulan mereka. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibanding gelaran Harfest 2025 lalu yang diikuti oleh 135 UMKM.

Harapan Gubernur: Sektor Usaha Jadi Motor Penggerak

Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan pentingnya pergeseran peran dalam pengembangan ekonomi kreatif ke depan. Ia berharap dunia usaha dapat menjadi motor penggerak utama, sementara pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan pengarah.

“Tahun depan, dunia usaha yang harus tampil di depan untuk kegiatan seperti ini, pemerintah memandunya dari belakang. Dengan begitu, akan terjadi transaksi bisnis yang sepenuhnya didasarkan pada permintaan pasar dan ketersediaan suplai,” tegas Gusnar Ismail.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, stakeholder terkait dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga serta mengembangkan potensi seni dan budaya Gorontalo, sekaligus menciptakan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

(Red/Rezha LDD)