Sorong, – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Komdigi Loka Monitor Spektrum Frekuensi Manokwari pada Rabu (2/9/2026) pukul 13.00 WIT.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor UNIMUDA Sorong , membahas rencana kolaborasi pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan terhadap Kegiatan MATRAS (Masa Ta’aruf Mahasiswa). Langkah strategis ini diambil guna menangani ancaman radikalisme dan ekstremisme di ruang digital.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh tim Satgaswil Papua Barat yang dipimpin oleh Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M. Turut mendampingi Ipda M. Arfa Jaya, S.H., Briptu Halim Hanafi, S.H., dan Briptu Muhammad Akbar Sawaluddin. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Rektor UNIMUDA Sorong, Prof. Dr. Sirojuddin, M.Pd. beserta civitas akademika UNIMUDA sorong.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan strategis untuk melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan secara masif. Sasaran utama program ini meliputi Seluruh mahasiswa baru yang dalam masa pengenalan lingkungan universitas.
Melalui program kolaboratif ini, kedua pihak berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan toleransi sebagai benteng utama melawan paham ekstremisme.
Selain itu, koordinasi ini bertujuan memacu kewaspadaan publik terhadap penyebaran konten intoleran, radikal, dan propaganda yang marak di media sosial. Masyarakat juga didorong untuk lebih bijak bermedia digital serta memiliki kemampuan memverifikasi informasi demi mengantisipasi narasi yang memecah belah.
Sebagai langkah konkret Rektor Unimuda sangat terbuka, melalui dunia pendidikan muhamadiyah terus berinovasi dalam memajukan generasi muda papua, seluruh program pendidikan terus ditingkatlan demi mencapai universitas unggul menjadi internasional, program program internasional seperti pertukaran mahasiswa ke luar negeri serta beasiswa bagi mahasiswa negara tetangga yang ingin studi di UNIMUDA sorong, kedua pihakpun sangat antusias sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam deteksi dini paparan radikalisasi di lingkungan kampus.
(Red/Rezha LDD)

