Jakarta, – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti The Opus Ballroom, The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/9). Langkah kaki para jenderal senior yang memasuki masa purna tugas diiringi oleh penghormatan tertinggi dari Korps Bhayangkara.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo, memimpin langsung upacara Wisuda Purnawira Perwira Tinggi (Pati) Polri Tahun 2026. Acara ini juga dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo beserta jajaran Pejabat Utama Mabes Polri.

Momen ini menjadi garis akhir sekaligus pelepasan resmi bagi 238 jenderal yang telah tuntas mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Upacara tradisi ini diikuti oleh para perwira terbaik, yang terdiri dari 20 jenderal berbintang tiga (Komisaris Jenderal), 83 jenderal berbintang dua (Inspektur Jenderal), serta 135 jenderal berbintang satu (Brigadir Jenderal).

Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh nasional, dan senior Kepolisian. Tampak hadir di antaranya Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto, Penasihat Khusus Presiden Jenderal Pol. (Purn) Ahmad Dofiri, Ketua Umum PP Polri Jenderal Pol. (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Wamendagri Komjen Pol. (Purn) Akhmad Wiyagus, Ketua KPK Komjen Pol. (Purn) Setyo Budiyanto, hingga Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. Kehadiran mereka mempertegas soliditas antargenerasi yang kuat di tubuh Polri.

Tahun ini, Wisuda Purnawira Pati mengusung tema yang sarat makna: “Mulia dalam Karya, Setia di Garis Purna”. Tema tersebut bukan sekadar jargon, melainkan bentuk apresiasi tertinggi dari institusi atas rekam jejak emas, pengorbanan, dan dedikasi tanpa batas yang telah ditorehkan para wisudawan selama puluhan tahun mengabdi.

Secara filosofis, pesan mendalam ingin disampaikan kepada para purnawirawan dan generasi penerus. Meski seragam dinas kini telah ditanggalkan dan atribut kewenangan resmi telah diserahkan kembali kepada negara, jiwa Bhayangkara yang mengalir di dalam darah mereka dipastikan tidak akan pernah luntur.

Rangkaian upacara diawali dengan penyerahan cenderamata, Kartu Tanda Anggota (KTA), pin, dan batik PP Polri yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PP Polri kepada perwakilan wisudawan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan obor estafet kepemimpinan dari perwakilan purnawira kepada personel aktif, sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan dari generasi perwira purna kepada penerus Polri.

Selanjutnya, Kapolri bersama Ketua Umum Bhayangkari menyerahkan cenderamata kepada para purnawirawan dan istri selaku insan Bhayangkara. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian panjang mereka.

Dalam kesempatan yang sama Kapolri menyampaikan apresiasi dan dedikasi dan pengabdian kepada purnawirawan. Soliditas dan semangat menjaga institusi menjadikan kekuatan polri menjawab setiap tantangan.

Masa pensiun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak baru. Institusi berharap, di tengah-tengah masyarakat nanti, para jenderal purnawirawan ini tetap berdiri tegak sebagai teladan, menjadi kompas moral, dan terus menebar manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebagai penutup yang menyentuh hati, prosesi tradisi Pedang Pora dihamparkan untuk melepas langkah para wisudawan Purnawira Perwira Tinggi Polri, menandai akhir dari masa bakti formal mereka dengan penuh kehormatan.

(Red/Rezha LDD)