Raja Ampat, – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat menggelar kompetisi Tari Wayase antar-fungsi pada Senin (22/6/2026). Acara yang berlangsung meriah di markas Polres Raja Ampat ini menjadi ruang positif dalam melestarikan warisan kesenian tradisional dan kebudayaan khas tanah Papua.

Sebanyak 11 tim peserta yang terdiri dari perwakilan Bhayangkari serta jajaran Polwan Polres Raja Ampat unjuk kebolehan di atas panggung. Mereka menampilkan kreativitas gerak dan keserasian formasi guna memperebutkan nilai tertinggi dari dewan juri.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., mengapresiasi tinggi antusiasme dan semangat para peserta. Beliau berharap bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar wadah unjuk bakat, melainkan komitmen nyata institusi Polri dalam menjaga eksistensi nilai budaya lokal.

“Agenda ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa kebersamaan, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di lingkungan keluarga besar Polres Raja Ampat,” ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai.

Persaingan sengit dan performa apik langsung tersaji sejak nomor urut pertama tampil. Berdasarkan penilaian ketat dari dewan juri, Bhayangkari Polsek Waigeo Selatan dengan nomor urut 06 sukses keluar sebagai Juara I setelah mengantongi total 910 poin.

Sementara itu, posisi Juara II diraih oleh nomor urut 09 dari Bhayangkari Sat Lantas dengan perolehan nilai 860. Menyusul di posisi Juara III, Bhayangkari Sat Reskrim dengan nomor urut 07. Selain juara utama, kategori Juara IV Favorit berhasil disabet oleh tim Polwan Polres Raja Ampat yang tampil penuh semangat dan memukau penonton.

Melalui pagelaran seni ini, Polres Raja Ampat berharap tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Papua akan terus lestari dan dicintai oleh segenap keluarga besar kepolisian serta masyarakat luas.

(Red/Rezha LDD)