Sorong, – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka Penguatan Stabilitas Pertahanan dan Keamanan Negara di Mapolda Papua Barat Daya, Kota Sorong, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Pangkogabwilhan III, Gubernur Papua Barat Daya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Pangdam Kasuari, Danrem 181/PVT, Kapolda Papua Barat Daya, Pangkoarmada atau yang mewakili, Kabinda Papua Barat Daya, Kajari, Wadan Kodaeral XIV Sorong, Sekda Provinsi Papua Barat Daya, Sekda Maybrat, para Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya, para Pejabat Utama Kodaeral XIV Sorong, para Pejabat Utama Korem 181/PVT, serta unsur Forkopimda.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan negara, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.

Dalam arahannya, Menko Polkam Dudung Abdurachman menyampaikan pesan khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait arah baru penanganan stabilitas di Papua. Pemerintah kini tidak lagi hanya berfokus pada tindakan represif yang keras.

“Pesan Bapak Presiden, kegiatan-kegiatan tidak serta-merta penindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang merugikan dan menyakiti rakyat, tetapi kegiatan-kegiatan dengan hati,” ujar Dudung di hadapan seluruh peserta rapat.

Dudung meyakini bahwa komunikasi persuasif dan kepedulian nyata terhadap masyarakat akan membuka jalan damai yang lebih luas. Melalui pendekatan hati nurani ini, pemerintah berharap kelompok-kelompok yang saat ini masih berada di hutan tergerak untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Selain membahas keamanan, kunjungan kerja Dudung ke Papua Barat Daya ini juga bertujuan untuk mengawal langsung program-program prioritas dan strategi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan adanya korelasi mutlak antara kedamaian wilayah dan kemakmuran warga.

“Kesejahteraan identik dengan keamanan. Kalau aman, maka kesejahteraan pasti akan meningkat,” tegas mantan Kasad tersebut.

Komitmen Polda Papua Barat Daya: Humanis dan Sinergis

Senada dengan arahan pusat, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan bukanlah tugas tunggal kepolisian. Menurutnya, percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hanya bisa terwujud jika seluruh unsur bergerak dalam satu ritme yang sama.

“Harus ada kegiatan-kegiatan yang dikerjakan bersama, berkolaborasi, dan terkoordinasi, sehingga tidak berjalan masing-masing. Stabilitas keamanan adalah landasan penting untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Brigjen Pol. Hengki, menyelaraskan arahannya dengan instruksi Presiden RI.

Di hadapan Menko Polkam, Brigjen Pol Hengki Haryadi juga memaparkan analisis situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkini, termasuk peta perkembangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan taktik penanganannya.

Ia menjelaskan bahwa Polda Papua Barat Daya kini lebih mengedepankan pendekatan humanis (humanity approach) dan komunikasi persuasif (soft approach) dalam memulihkan serta menjaga roda keamanan di wilayah hukumnya

Menutup arahannya, Kapolda mengingatkan seluruh personel Polri untuk tetap menjaga netralitas, profesionalisme, serta selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

“Loyalitas kepada Merah Putih harus menjadi landasan pengabdian aparat negara. Polri akan selalu hadir dan berada bersama masyarakat,” tegas Brigjen Pol. Hengki.

Polda Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas bersama seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya Papua Barat Daya yang aman, damai, dan sejahtera. Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

(Red/Rezha LDD)