Cilacap, – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengaku terkesan dengan transformasi besar yang terjadi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dudung secara khusus melontarkan pujian kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto atas inisiasi perubahan “wajah” pemasyarakatan yang kini fokus pada pemberdayaan narapidana di sektor ekonomi dan ketahanan pangan.

Dalam kunjungannya pada Selasa (27/7/2026), Dudung meninjau langsung berbagai fasilitas pembinaan kemandirian. Mulai dari Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, budidaya kolam sidat, peternakan domba Garut, hingga beragam area pertanian modern. Seluruh sektor produktif tersebut digerakkan langsung oleh para warga binaan yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan setempat.

“Tadi sidat sudah kita lihat, BLK sudah kita lihat, sekarang melihat peternakan domba Garut. Saya juga lihat pertanian di sini dikembangkan dengan baik, ada tomat, cabai, semangka, termasuk melon. Kemudian juga ada anggrek, jamur, hingga anggur,” ujar Dudung di depan area peternakan domba Garut, Pulau Nusakambangan.

Dudung mengapresiasi implementasi teknologi tinggi yang diterapkan dalam proses pengembangan tersebut. Menurutnya, model pembinaan humanis yang mendorong kemandirian ini sangat efektif untuk mencetak warga binaan menjadi insan yang produktif setelah bebas nanti.

“Masyarakat binaan terbina dengan baik. Setelah keluar, mereka akan mampu mandiri mengembangkan hasil didikan di LP Nusakambangan ini. Salut pada Menteri Imipas, luar biasa,” ungkapnya.

Cicipi Es Krim Singkong Buatan Napi

Inovasi di Nusakambangan dinilai Dudung berhasil menghapus kesan jenuh dan penyesalan mendalam bagi para narapidana selama menjalani masa pidana. Kehadiran ragam sarana pelatihan kerja justru membangkitkan optimisme baru bagi mereka.

Ada momen menarik di sela kunjungan Dudung ke BLK konveksi. Mantan KASAD ini menyempatkan diri mencicipi produk kuliner unik berupa es krim berbahan dasar singkong hasil olahan para warga binaan. Hebatnya, bahan baku singkong tersebut juga dipanen dari lahan pertanian di dalam pulau penjara tersebut.

“Ini yang saya makan es krim dari singkong. Singkongnya ditanam oleh masyarakat binaan juga. Rasanya menurut saya persis dengan kualitas es krim yang dijual di toko-toko,” pungkas Dudung.

(Red/Rezha LDD)