Kontroversi Seleksi Paskibraka: Dugaan Kelalaian Panitia, Siswi Lolos Tiba-tiba Diganti

 

Biau, — Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Buol menuai kritik keras setelah muncul dugaan ketidakkonsistenan dan kelalaian panitia dalam menetapkan peserta.

SMAN 2 Biau secara terbuka menyatakan keberatan atas keputusan panitia yang mengganti sejumlah siswi yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi tingkat kabupaten. Pergantian tersebut terjadi saat tahapan menuju seleksi tingkat provinsi, dengan alasan peserta tidak memenuhi kriteria tinggi badan minimal 165 cm.

Keputusan ini dinilai janggal. Pasalnya, verifikasi administrasi dan fisik, termasuk tinggi badan, merupakan tahapan mendasar yang seharusnya telah diselesaikan sejak awal seleksi di tingkat kabupaten.

“Jika memang tidak memenuhi syarat, mengapa sejak awal bisa dinyatakan lolos?” menjadi pertanyaan yang kini mengemuka dan belum mendapatkan jawaban memadai dari pihak panitia.

Lebih dari sekadar kesalahan teknis, kejadian ini mengarah pada dugaan lemahnya profesionalisme dan koordinasi antar panitia. Tidak hanya merugikan peserta yang telah berjuang dan menjalani pelatihan, keputusan mendadak ini juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap integritas proses seleksi Paskibraka.

Pihak SMAN 2 Biau menilai, keputusan tersebut mencerminkan ketidakmatangan dalam pengambilan kebijakan serta minimnya tanggung jawab panitia terhadap dampak yang ditimbulkan, baik secara psikologis bagi peserta maupun reputasi institusi pendidikan.

Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap proses seleksi, serta meminta kejelasan pertanggungjawaban dari panitia kabupaten.

Kasus ini menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi publik. Tanpa transparansi dan konsistensi, proses yang seharusnya menjunjung tinggi meritokrasi justru berisiko menciptakan ketidakadilan.

Sumber