Jakarta, – Di tengah sorotan tajam publik terhadap institusi Kepolisian, sosok mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., muncul sebagai pembeda. Perwira tinggi yang akrab disapa “Jenderal Naga” ini menuai pujian luas karena gaya kepemimpinannya yang dinilai sangat humanis, loyal, dan jauh dari kesan eksklusif.

Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN), Agus Flores, memberikan kesaksian mendalam mengenai integritas dan kerendahan hati sang jenderal.

“Saya bersumpah Demi Allah dan Rasul-Ku. Sosok Jenderal Naga ini luar biasa loyal kepada pimpinan. Beliau selalu mengarahkan kami untuk mencintai dan menjaga kehormatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ujar Agus Flores kepada media, Minggu, (5/7/2026).

Dobrak Stigma Pejabat Eksklusif

Berbeda dengan stigma sebagian pejabat tinggi yang cenderung membatasi diri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho dikenal sangat membumi. Bagi alumnus Akpol ini, semua manusia memiliki derajat yang sama tanpa memandang status sosial. Pintu ruangannya selalu terbuka untuk siapa saja, mulai dari pejabat penting, rekan jurnalis, hingga komunitas ojek online (ojol).

“Beliau tidak pernah pilih-pilih orang untuk bertemu. Meskipun menjabat sebagai orang nomor satu di Korlantas, pembawaannya tetap sama, mau bergaul dan berteman seolah-olah posisi kita setara. Tidak pernah ada batasan ‘saya ini Kakorlantas’,” lanjut Agus Flores.

Salah satu bukti nyata aksesibilitasnya adalah sikapnya yang sangat responsif terhadap komunikasi, sebuah hal yang jarang ditemukan pada pejabat setingkatnya.

“Kalau di-video call pasti diangkat. Kecuali kalau beliau sedang rapat atau ada kegiatan penting. Saya tahu persis beliau sangat fokus saat rapat. Namun, setelah selesai, beliau pasti langsung menelepon balik. Bahkan kalau bertemu langsung, beliau yang selalu menyapa duluan,” ungkap Agus Flores.

Pemimpin ‘Gila Kerja’ yang Berjiwa Begawan

Di balik keramahannya, Jenderal Naga adalah seorang pemimpin yang dikenal “gila kerja” dan berdedikasi penuh pada tugas. Demi menuntaskan tanggung jawab pelayanan publik dan pembenahan lalu lintas, ia kerap mengabaikan waktu tidurnya.

Kombinasi antara kecepatan respons, kebiasaan blusukan di lapangan, serta kedekatannya dengan masyarakat bawah membuat figur Irjen Pol. Agus Suryonugroho dinilai sebagai aset berharga bagi institusi Polri di masa depan.

“Beliau tidak kenal lelah jika menyangkut tanggung jawab. Biarpun tidak tidur, yang penting kerjaan tuntas dulu. Responsnya cepat, suka berkumpul dengan wartawan, ojol, dan aktif blusukan. Bagi kami, Jenderal Naga adalah tokoh Begawan yang sangat bijak sebagai pemimpin,” pungkas Agus Flores.

(Red/Rezha LDD)