Fakfak, – Di tengah masifnya arus informasi dan ancaman radikalisasi digital, Tim Satgaswil Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri bersama Binmas Polres Fakfak bergerak cepat membentengi generasi muda. Kolaborasi lintas lembaga ini menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan dan edukasi penguatan ideologi di Stadion 16 November, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (3/8/2026).

Kegiatan strategis ini menyasar 80 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Fakfak Tahun 2026. Mereka dipilih khusus sebagai sasaran utama karena dinilai sebagai pemuda pilihan yang berpotensi menjadi agen perubahan sekaligus pilar karakter bangsa di masa depan.

Acara dipimpin langsung oleh personel Tim Cegah Satgaswil Papua Barat, Briptu Iqro Anggi dan Briptu Syamsul Rizal. Turut mendampingi, Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kabupaten Fakfak, Lenny J. Thie, S.STP, serta KBO Binmas Polres Fakfak, Ipda Anton Runaweri.

Benteng Digital Lawan IRET

Dalam sesi materi, para peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai pentingnya mencegah ancaman Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme (IRET). Mengingat taktik penyebaran paham radikal yang kini banyak bergeser ke media sosial, materi radikalisasi digital menjadi menu krusial yang disorot tajam.

Para siswa dibekali keterampilan literasi digital agar lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring setiap informasi. Mereka dilatih untuk tidak mudah terkontaminasi oleh narasi-narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Melalui penanaman karakter dan penguatan rasa cinta tanah air ini, pemuda Paskibra Kabupaten Fakfak diharapkan mampu berdiri di garda terdepan. Mereka disiapkan menjadi perisai hidup dalam menjaga keamanan, kedamaian, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua Barat.

(Red/Rezha LDD)