Jakarta, – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri mempertegas komitmennya dalam menjaga keamanan dan masa depan generasi muda. Komitmen ini digaungkan dalam aksi nasional “Gerak Bersama Anak Indonesia 2026” yang digelar di Jakarta, Minggu (19/7).
Acara yang diawali dengan jalan santai (fun walk) ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Menko PMK, Menteri PPPA, Menteri HAM, Menkomdigi, hingga jajaran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Dalam momen tersebut, Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pelindungan anak adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sinergi lintas sektor. Polri kini tidak hanya bergerak di hilir melalui penegakan hukum, tetapi juga gencar di hulu lewat langkah preventif dan edukatif.
Salah satu terobosan yang disoroti adalah program Rise and Speak. Sebuah gerakan edukatif yang dirancang untuk memutus rantai bungkam pada kasus kekerasan anak.
“Kami memiliki program Rise and Speak, sebuah gerakan yang mengajak anak-anak dan masyarakat untuk berani bangkit, bersuara, dan melaporkan jika mengalami atau menyaksikan kekerasan. Kami ingin membangun kesadaran bahwa anak memiliki hak untuk didengar dan dilindungi,” ujar Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah.
Polri memastikan akan terus berdiri di garda terdepan untuk menjamin hak-hak anak terpenuhi di berbagai lini, termasuk mengantisipasi kejahatan di ruang digital.
“Kepada anak-anak Indonesia, jangan takut untuk berbicara. Kalian tidak sendiri. Melindungi anak hari ini berarti menjaga masa depan bangsa,” pungkas jenderal bintang satu tersebut.
(Red/Rezha LDD)

