Sorong, – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri menggelar pertemuan strategis bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Papua di Kota Sorong. Kolaborasi lintas sektoral ini berfokus pada pencegahan paham IRET (intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme), dengan prioritas utama melindungi generasi muda dari paparan kelompok kriminal di dunia digital.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Kanwil Papua ini dihadiri langsung oleh Kepala Satgaswil Papua Barat Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., dan Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Bea Cukai Kanwil Papua, Undani.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Gede Suardana memaparkan tugas pokok dan fungsi Densus 88 dalam menanggulangi IRET. Ia menyoroti fenomena mengkhawatirkan di era digital, di mana media sosial kerap disalahgunakan oleh kelompok kriminal untuk merekrut anggota baru.

“Konten kekerasan di dunia maya sangat rawan mendoktrin anak-anak untuk melakukan aksi kriminal. Berdasarkan hasil patroli siber (cyber patrol), Densus 88 menemukan maraknya komunitas atau grup digital terlarang, salah satunya True Crime Community (TCC). Grup ini menyasar anak-anak hingga membutuhkan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK),” ujar Gede.

Merespons ancaman tersebut, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Bea Cukai Kanwil Papua, Undani, menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mendukung misi Satgaswil Papua Barat. Undani menegaskan bahwa Bea Cukai memiliki jaringan pengawasan logistik yang sangat luas di Pulau Papua, membawahi tujuh kantor pelayanan yang tersebar dari Sorong, Manokwari, Fakfak, Jayapura, Biak, Merauke, hingga Timika.

“Dengan sektor wilayah yang begitu luas, kolaborasi berkelanjutan ini sangat krusial. Di era digitalisasi, aparatur negara dituntut mampu mengembangkan kapasitas SDM agar adaptif terhadap kecanggihan zaman,” ujar Undani.

Sebagai langkah konkret penguatan SDM, Satgaswil Papua Barat berencana menggelar kegiatan wawasan kebangsaan bagi staf Kanwil Bea Cukai Papua. Uniknya, agenda ini akan melibatkan pihak keluarga pegawai. Kehadiran orang tua dinilai menjadi fondasi utama dalam mengawasi aktivitas digital anak di rumah, sekaligus membentengi mereka dari paparan ideologi kekerasan.

Pertemuan strategis ini juga turut dihadiri oleh jajaran fungsional Kanwil Bea Cukai Papua, di antaranya Kepala Seksi Intelijen Robert Sulino Saputro, Kepala Seksi Penindakan I Beny Hirmansyah, serta Kepala Seksi Penindakan II Reza Nurfahmi. Sinergi ini diharapkan menjadi benteng kokoh dalam menjaga masa depan generasi muda Papua di tengah derasnya arus digitalisasi.

(Red/Rezha LDD)