Jakarta, – Hubungan kemitraan strategis antara Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN), Agus Flores, dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus membuahkan hasil nyata dalam memberantas kejahatan lingkungan. Sejak awal kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, kolaborasi ini telah berhasil membongkar berbagai praktik tambang ilegal di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Yang susah-susah, semua sudah kami bongkar,” ujar Agus Flores tegas pada Selasa (7/7/2026).
Agus mengungkapkan bahwa hampir puluhan laporan informasi (LI) yang diajukan oleh FRN langsung mendapatkan atensi khusus dari Kapolri. Respons cepat dari orang nomor satu di Kepolisian RI tersebut membuktikan komitmen kuat Korps Bhayangkara dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Dalam kesempatan yang sama, Agus Flores juga memberikan peringatan keras kepada oknum-oknum di lapangan yang hanya mencari muka atau menjadi penjilat di lingkungan institusi Polri. Menurutnya, Kapolri adalah sosok pemimpin yang sangat paham mana personel yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya sekadar berpura-pura.
“Jangan bicara jadi penjilat ke Kapolri, karena Kapolri sudah tahu siapa penjilat. Kalian boleh bodohi atasanmu, tapi bukan saya. Mata saya tajam seperti sniper di lapangan. Jadi jangan terlalu jadi penjilat tapi tidak kerja,” kritik Agus Flores dengan nada lugas.
Lebih lanjut, Agus Flores memuji sisi humanis Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam memimpin institusi besar tersebut. Ia menilai Kapolri sebagai sosok yang bijaksana dan tetap memanusiakan anggotanya, bahkan dalam urusan mutasi jabatan.
“Kapolri itu orang baik. Orang yang dimutasi saja tidak pernah dibuang di kolong jembatan, tetap saja diberikan jabatan yang sepadan. Karena Bapak TB1 (Kapolri) itu punya hati,” pungkasnya.
(Red)

